MAROS, iNews07.Com— Keresahan petani di Desa Minasabaji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, semakin memuncak. Di tengah berlangsungnya musim tanam IP 300, aktivitas pertanian masyarakat justru terhambat akibat tidak tersedianya pasokan BBM jenis solar di SPBU Jawi-Jawi dengan nomor 74.905.01.
Solar menjadi kebutuhan vital bagi petani, khususnya untuk mengoperasikan mesin pompanisasi yang digunakan mengalirkan air ke persawahan. Selain itu, sejumlah alat pertanian yang menggunakan bahan bakar solar juga ikut terdampak.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik persawahan di wilayah Desa Minasabaji. mesin pompanisasi dan alat pertanian tampak tidak beroperasi dan terparkir di sekitar area persawahan.
Bagi petani, pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana persoalan tidak adanya pasokan solar mulai menghambat aktivitas pertanian. Mesin tersedia, lahan tersedia, bahkan musim tanam sudah berjalan, namun aktivitas di lapangan terkendala karena bahan bakar tidak tersedia.
“Sekarang rata-rata masyarakat atau petani di wilayah Desa Minasabaji menggunakan mesin pompanisasi dari bahan bakar solar. Sekarang solar di SPBU Jawi-Jawi sudah tidak ada. Kami masyarakat harus bagaimana lagi?” keluh salah seorang petani.
Menurutnya, pompanisasi sangat dibutuhkan karena sebagian areal persawahan masyarakat bergantung pada mesin tersebut untuk mendapatkan pasokan air.
Tidak adanya solar membuat mesin pompa tidak dapat dioperasikan secara maksimal. Akibatnya, air yang dibutuhkan untuk persawahan tidak mengalir sebagaimana mestinya.
Bagi para petani, persoalan ini bukan sekadar sulit mendapatkan BBM. Mereka khawatir keterlambatan pasokan solar akan berimbas langsung terhadap musim tanam IP 300.
Apabila lahan tidak segera mendapatkan air dan proses pembajakan maupun pengolahan tanah tidak berjalan, petani akan terancam gagal tanam.
“Kami berharap SPBU Jawi-Jawi segera dibuka kembali untuk pengisian solar. Kasihan kami para petani. Kami membutuhkan solar untuk menghidupkan mesin pompa agar sawah kami bisa mendapatkan air,” harapnya.
Para petani meminta PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi Selatan segera memberikan solusi dan memastikan pasokan solar kembali tersedia di SPBU Jawi-Jawi.
Mereka juga mendesak Pemerintah Kabupaten Maros, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hingga pemerintah pusat turun tangan sebelum persoalan tersebut semakin meluas.
“Kami berharap pemerintah daerah, provinsi dan pusat segera mencarikan solusi. Solar di SPBU Jawi-Jawi harus kembali tersedia karena ini menyangkut kebutuhan kami para petani,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Damai, Zainuddin, mengaku keresahan petani semakin meningkat. Ia bahkan menyatakan petani siap turun ke jalan apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan solusi.
“Apabila dalam waktu dekat pasokan BBM solar ke SPBU Jawi-Jawi tidak dikirim, maka saya bersama warga lainnya akan turun melakukan demonstrasi. Karena kalau kondisi ini terus berlanjut, kami bisa gagal tanam,” tegas Zainuddin.
Para petani berharap persoalan distribusi solar tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar mesin pompanisasi dan alat pertanian kembali beroperasi serta musim tanam IP 300 dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga terkait penghentian sementara pasokan solar di SPBU Jawi-Jawi.
Bersambung.









