banner 728x250

Antisipasi Kemarau, Dinas Pertanian Maros Siapkan Strategi Air dan Tanam Terpadu Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

banner 728x250

MAROS,iNews07.Com— Pemerintah Kabupaten Maros memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi mengganggu produksi pertanian. Melalui Dinas Pertanian Kabupaten Maros, sejumlah strategi terpadu disiapkan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di wilayah tersebut.

Fokus utama diarahkan pada lahan sawah tadah hujan seluas 10.264,24 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan. Lahan ini dinilai rentan terhadap perubahan iklim karena sangat bergantung pada curah hujan.

Untuk mengatasi potensi kekeringan, Dinas Pertanian telah menyiagakan 356 unit pompa air yang tersebar di kelompok tani. Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan tambahan 108 unit pompa air kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia guna memperkuat upaya penanganan di lapangan.

Pemanfaatan teknologi turut menjadi bagian dari strategi, salah satunya melalui program listrik masuk sawah. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional pompa air sehingga distribusi air dapat dilakukan lebih cepat dan merata, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan irigasi teknis.

Di sektor budidaya, petani diarahkan untuk menyesuaikan jadwal tanam serta menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko penurunan produksi saat musim kemarau berlangsung.

Pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi sumber air alternatif seperti embung, bendungan, dan waduk sebagai cadangan air. Untuk mendukung hal tersebut, telah diusulkan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pengairan di 74 titik, mencakup irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, embung, serta dam parit, terutama di wilayah rawan kekeringan seperti Kecamatan Bontoa, Maros Baru, dan Marusu.

Selain itu, gerakan tanam serempak kembali digalakkan sebagai upaya mengatur penggunaan air secara efisien sekaligus menekan potensi serangan hama. Pada wilayah dengan tingkat kekeringan tinggi, petani juga didorong melakukan diversifikasi tanaman dengan beralih ke komoditas palawija yang lebih hemat air.

Berdasarkan evaluasi Dinas Pertanian Kabupaten Maros, langkah-langkah tersebut terbukti efektif pada tahun sebelumnya dengan menyelamatkan ratusan hektare tanaman padi dari ancaman gagal panen.

Pemerintah Kabupaten Maros menilai, strategi ini tidak hanya menjadi respons jangka pendek terhadap musim kemarau, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim.

Penulis: EnhaL07
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250