banner 728x250

Awas ‘Dinasti Gang Sempit’: Ketua Remaja Bontoa Minta Pemilihan RW/RT Mandai Jangan Disulap Jadi Ajang Kepentingan Politik

banner 728x250

MAROS, iNews.07.Com   Momentum pergantian kepemimpinan tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, kini tengah berada di bawah radar pengawasan ketat elemen pemuda. Pendaftaran calon ketua periode 2026-2031 yang berlangsung pada akhir Maret 2026 ini diperingatkan agar tidak terjebak dalam praktik “Dinasti Gang Sempit” demi syahwat politik praktis.

Akram Lallo, selaku Ketua Remaja Bontoa, memberikan pernyataan tegas mengenai potensi manipulasi administrasi yang sering kali menyusup dalam pemilihan tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa jabatan RT/RW adalah murni pelayan masyarakat, bukan pion yang bisa dikendalikan untuk kepentingan politik tertentu.

“Jangan sampai proses pendaftaran ini ‘disulap’ secara administratif di balik meja kelurahan hanya untuk memuluskan jalan calon titipan atau melanggengkan kekuasaan keluarga tertentu. RT dan RW itu urusan gotong royong warga di gang-gang sempit kita, bukan hadiah ulang tahun atau alat konsolidasi suara bagi aktor politik,” ujar Akram Lallo.

Lebih lanjut, Akram menyoroti pentingnya netralitas dari pihak Kecamatan Mandai dan Kelurahan Bontoa. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai syarat calon dan keabsahan berkas harus dapat dipertanggungjawabkan secara publik untuk mencegah adanya “operasi senyap” yang merugikan figur-figur potensial dari kalangan warga sendiri.

“Kami mengingatkan Camat Mandai dan Lurah Bontoa agar tetap tegak lurus pada prosedur. Jangan ada aturan yang tiba-tiba ‘ajaib’ muncul atau berkas yang mendadak hilang demi menjegal mereka yang tidak sejalan dengan kepentingan tertentu,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Remaja Bontoa berkomitmen untuk terus memantau setiap tahapan pemilihan sebagai instrumen social control. Keterlibatan aktif pemuda ini diharapkan mampu meminimalisir potensi konflik horizontal dan memastikan pemimpin yang terpilih memiliki legitimasi kuat dari hasil musyawarah yang jujur.

“Kami tidak ingin pemilihan ini hanya menjadi formalitas untuk melegalkan dinasti kecil di lingkungan kita. Pemuda akan pasang mata, karena demokrasi yang sehat harus dimulai dari tingkat yang paling bawah, bukan dari pesanan atasan,” tutup Akram Lallo.

Penulis: EnhaL07
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250