banner 728x250

Menjaga Marwah Daerah di Panggung Religi : LIN SulSel Siap Dukung Dan Sukseskan MTQ XXXIV SulSel

banner 728x250

Maros, iNews07.Com — Kabupaten Maros bersiap menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 12–18 April 2026. Agenda keagamaan berskala provinsi ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tilawah Al-Qur’an, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Persiapan teknis terus dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Maros bersama berbagai elemen masyarakat. Penataan kawasan utama kegiatan, penyediaan venue lomba, hingga pembenahan jalur protokol menjadi prioritas guna memastikan kelancaran mobilitas kafilah dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Upaya ini mencerminkan keseriusan daerah dalam menghadirkan penyelenggaraan yang tertib, representatif, dan berdaya saing.

Di tengah dinamika persiapan, ruang publik sempat diwarnai beredarnya sejumlah informasi terkait pengelolaan kegiatan, khususnya aspek anggaran. Sebagian narasi yang berkembang dinilai belum sepenuhnya berbasis data terverifikasi. Kondisi ini mendorong Lembaga Investigasi Negara wilayah Sulawesi Selatan untuk mengajak masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi.

Ketua DPD LIN Sulsel menekankan pentingnya literasi informasi dalam momentum seperti MTQ. Menurutnya, penyampaian informasi yang belum utuh berpotensi menimbulkan disinformasi dan mencederai citra daerah sebagai tuan rumah. Oleh karena itu, publik diimbau mengedepankan klarifikasi dan merujuk pada sumber resmi sebelum membangun opini di ruang digital.

“MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi juga representasi nilai keagamaan dan identitas daerah. Menjaga marwah Maros berarti menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, memastikan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara terarah untuk mendukung kelancaran kegiatan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa penunjukan Maros sebagai tuan rumah merupakan amanah dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang harus dijalankan secara akuntabel.

Salah satu fokus penting dalam pelaksanaan MTQ tahun ini adalah pelibatan pelaku usaha lokal, khususnya sektor UMKM. Pemerintah daerah membuka ruang partisipasi bagi pelaku usaha untuk memamerkan produk unggulan, mulai dari kuliner khas, kerajinan daerah, hingga seni budaya daerah. Strategi ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada tamu dari berbagai wilayah.

“MTQ menjadi peluang untuk memperluas pasar UMKM. Kehadiran kafilah dan pengunjung dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Terkait isu sewa tenant yang sempat mencuat, pemerintah daerah menegaskan bahwa hal tersebut bukan kebijakan resmi panitia. Jika terdapat praktik pungutan di luar ketentuan, maka hal itu merupakan tindakan oknum yang tidak mewakili kebijakan pemerintah. Komitmen untuk menjaga transparansi dan keadilan bagi pelaku UMKM tetap menjadi prioritas.

Penyelenggaraan MTQ juga diproyeksikan memberi efek berganda (multiplier effect) bagi sektor lain, seperti akomodasi, transportasi, dan jasa. Aktivitas ekonomi diperkirakan meningkat seiring kedatangan peserta, official, dan pengunjung dari berbagai daerah.

Selain aspek ekonomi, nilai utama MTQ tetap terletak pada penguatan syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani. Ajang ini menjadi ruang refleksi kolektif untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Kabupaten Maros optimistis mampu menyelenggarakan MTQ XXXIV secara sukses, aman, dan bermakna. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga citra positif daerah sekaligus menghadirkan manfaat berkelanjutan.

MTQ XXXIV Sulawesi Selatan di Maros pun diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak sebagai perhelatan seremonial, tetapi juga sebagai tonggak penguatan nilai spiritual, integritas tata kelola, serta pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal.

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250