Maros, iNews07.Com– Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Maros, Muetazim Mansyur, mendapat penghargaan Lencana Melati dalam momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusi Muetazim dalam mendukung perkembangan Gerakan Pramuka, khususnya di Kabupaten Maros.
Lencana Melati merupakan tanda penghargaan bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka yang dinilai berjasa besar terhadap perkembangan kepramukaan.
Penghargaan tersebut diterima Muetazim dalam rangkaian peringatan HUT ke-65 Pramuka di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
Muetazim yang juga merupakan Wakil Bupati Maros mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mendorong Gerakan Pramuka agar semakin berkembang.
Menurutnya, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta terhadap tanah air.
“Semoga di hari jadi yang ke-65 ini Gerakan Pramuka tetap semakin berkarya dan terus melakukan pembentukan karakter jiwa anak muda yang mandiri, cinta tanah air dan bangsa,” katanya.
Saat ini, tercatat sekitar 7.000 anggota Pramuka di Kabupaten Maros dari berbagai tingkatan.
Anggota tersebut berasal dari golongan siaga, penggalang, penegak hingga pembina.
“Yang terdaftar sekitar 7.000-an, mulai dari siaga, penegak, penggalang dan pembina,” kata Muetazim saat dihubungi Tribun Timur, Jumat (14/8/2026).
Ia mengatakan jumlah anggota Pramuka di Maros cenderung bertambah setiap tahun.
Hal itu tidak lepas dari besarnya basis anggota Pramuka yang berasal dari lingkungan sekolah, mulai tingkat SD hingga SMA.
“Kalau anggota tidak bisa dipastikan berkurang, justru bertambah karena anggota terbesarnya dari sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA,” ujarnya.
Muetazim berharap momentum HUT ke-65 Pramuka tidak hanya menjadi perayaan seremonial.
Ia ingin nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai tersebut antara lain kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Untuk memperingati Hari Pramuka sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI, seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Maros juga menggelar kemah bakti.
“Kemah bakti dilaksanakan di 14 kecamatan diikuti anggota dari seluruh tingkatan,” jelasnya.
Menurut Muetazim, perkembangan teknologi dan era digital bukan alasan bagi Pramuka untuk kehilangan relevansinya.
Ia menilai Gerakan Pramuka tetap dibutuhkan karena memiliki nilai pendidikan karakter yang tidak lekang oleh perkembangan zaman.
“Saya kira tidak ada tantangan, karena Pramuka ibarat kelapa, dapat tumbuh di mana saja dan di era apa pun tetap eksis,” katanya.
Ia menjelaskan, Pramuka juga memiliki pedoman pengajaran yang sudah baku.
Sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, siswa memiliki ruang untuk menentukan sejauh mana mereka ingin serius mengikuti kegiatan tersebut.
“Karena dia ekstrakurikuler, mau tidak mau pasti ikut, tinggal siswanya saja mau serius atau tidak. Pedoman pengajarannya sudah baku,” ujarnya.
Peringatan Hari Pramuka tahun ini juga terasa istimewa bagi Kwarcab Maros.
Pasalnya, perayaan HUT ke-65 Pramuka bertepatan dengan pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.
Sebanyak 58 anggota Pramuka asal Kabupaten Maros diutus mengikuti Jamnas XII Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur.
Kontingen Maros tersebut terdiri atas siswa tingkat SMP yang merupakan hasil seleksi dari 14 kecamatan.
Selain peserta, tujuh orang pendamping juga turut mendampingi kontingen Maros selama mengikuti kegiatan lima tahunan tersebut.
“Ini yang membuat tahun ini istimewa karena bersamaan dengan Jamnas XII,” tutup Muetazim.
Sementara itu, salah satu guru pembina Pramuka di SD Mamampang mengatakan antusiasme siswa mengikuti kegiatan perkemahan sangat tinggi.
Sebanyak 21 siswa ikut berkemah selama lima hari sejak Kamis (13/8/2026).
Antusiasme tersebut tidak hanya ditunjukkan para siswa, tetapi juga orang tua.
Menurutnya, sejumlah orang tua bahkan turut berkemah dan mendampingi anak-anak mereka selama kegiatan.
“Antusiasmenya jangan diragukan, belum ada tanda-tanda perkemahan saja, mereka sudah bersiap bahkan mama dan bapaknya juga ikut berkemah,” sebutnya.
Dalam kegiatan perkemahan tersebut, para peserta mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan dan perlombaan.
Di antaranya lomba seni, olahraga hingga kegiatan keagamaan.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan kreativitas, kekompakan, kedisiplinan dan keberanian.
Dengan jumlah anggota yang mencapai sekitar 7.000 orang, Kwarcab Maros berharap Gerakan Pramuka terus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Sementara bagi Muetazim, penghargaan Lencana Melati yang diterimanya menjadi bagian dari semangat untuk terus mengembangkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros.









