Maros, iNews07.Com— Lembaga Wakaf Butta Salewangan Maros kembali menggelar Seminar Parenting hari kedua yang berlangsung di Ballroom Waterboom Grand Mall Maros, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini berada di bawah pimpinan KH. Muh.Said HK S.Hi sebagai bagian dari upaya membangun generasi Qur’ani sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya wakaf produktif.

Seminar yang mengusung tema “Mendidik Anak dengan Al-Qur’an dan Wakaf untuk Masa Depan Generasi” ini menghadirkan Risty Tagor sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak dengan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini, serta menanamkan semangat wakaf sebagai investasi masa depan umat.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kelompok majelis taklim se-Kabupaten Maros yang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Turut hadir Hj. Andi Athira dari Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), yang memberikan penguatan terkait pentingnya kesiapan spiritual dalam membina keluarga Islami.
Direktur Waqf Centre, Muhammad Bahauddin Amin, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar Maros dapat berkembang menjadi kota wakaf kelas satu melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan.
“Selama ini belum ada kegiatan sebesar ini yang fokus pada edukasi wakaf. Kami ingin menjadi yang terdepan, meskipun tantangannya besar, baik dari segi anggaran maupun tenaga,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan berbagai program wakaf produktif, mulai dari penguatan fungsi masjid, rencana pembangunan rumah sakit, hingga koperasi berbasis masjid. Selain itu, tahun ini akan diluncurkan program pembangunan lima minimarket di lima masjid sebagai bentuk penguatan ekonomi umat berbasis wakaf.
Sementara itu, Ketua Panitia M. Imran Jumrah berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut secara istiqamah.
“InsyaAllah kegiatan ini akan terus kami laksanakan secara rutin, minimal dua kali dalam setahun, agar edukasi wakaf semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mengembangkan wakaf produktif, sekaligus mencetak generasi yang berakhlak Qur’ani dan berdaya saing di masa depan.









