Maros,Sulsel, iNews07.Com– Polemik akses jalan menuju Pesantren Darul Istiqomah di Kabupaten Maros terus bergulir dan semakin menjadi sorotan publik. Pada Rabu malam, 22 April 2026, tiga pihak yang terlibat langsung dalam persoalan ini akhirnya menyampaikan tanggapan masing-masing.
Pihak pertama, Pesantren Darul Istiqomah, melalui perwakilannya menegaskan bahwa pengaturan akses jalan dilakukan semata-mata untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan pesantren. Mereka menyebut, sebagai kawasan pendidikan, diperlukan kontrol terhadap aktivitas keluar-masuk guna menciptakan suasana yang kondusif bagi para santri.
“Ini bukan soal menutup akses, tetapi bagaimana memastikan lingkungan pesantren tetap aman dan tertib. Kami berharap semua pihak bisa memahami posisi kami,” ujar perwakilan pesantren.
Pihak kedua, Pengelola Dapur SPPG, menyampaikan bahwa keberadaan akses jalan tersebut juga berkaitan langsung dengan operasional mereka. Mereka mengaku membutuhkan kelancaran jalur distribusi serta aktivitas harian yang tidak terganggu oleh pembatasan akses.
“Kami memiliki kegiatan operasional yang berjalan setiap hari. Jika akses terganggu, tentu berdampak pada pelayanan dan aktivitas kami. Kami berharap ada solusi yang tidak merugikan semua pihak,” ungkap perwakilan pengelola Dapur SPPG.
Sementara itu, pihak ketiga, masyarakat pengguna jalan, menegaskan bahwa akses tersebut telah lama digunakan sebagai jalur umum oleh warga. Mereka berharap tidak ada pembatasan yang dapat menghambat mobilitas, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas harian pada jalur tersebut.
“Ini jalan yang sudah lama kami gunakan. Kami hanya ingin tetap bisa melintas tanpa hambatan. Kalau ada aturan, sebaiknya disepakati bersama,” kata salah satu warga.
Ketiga pihak tersebut juga sama-sama menyoroti sikap Bupati Maros yang dinilai belum memberikan respons tegas atas polemik yang terjadi. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Maros segera turun tangan sebagai mediator untuk mencari solusi yang adil dan tidak merugikan salah satu pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Maros terkait polemik jalan Pesantren Darul Istiqomah yang terus berkembang di tengah masyarakat.










