Maros,iNews07.Com— Kabupaten Maros mencatatkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai juara umum dalam ajang *Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan* yang berlangsung pada 10–18 April 2026. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi daerah yang untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus tampil sebagai yang terbaik.
Ketua DPD Lembaga Investigasi Negara (LIN) Sulawesi Selatan, Amir Perwira, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah Kabupaten Maros yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, kemampuan, dan semangat kompetisi yang luar biasa.
“Prestasi ini bukan hanya kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga cerminan dari kerja keras, pembinaan berkelanjutan, dan komitmen dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/4/2026).
Ia juga memberikan penghargaan kepada panitia pelaksana yang dinilai mampu menyelenggarakan kegiatan berskala provinsi ini secara profesional dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan MTQ XXXIV tidak lepas dari koordinasi solid antar panitia, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan selama persiapan hingga pelaksanaan.
Momentum ini terasa semakin istimewa mengingat terakhir kali Maros dipercaya sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi terjadi sekitar 35 tahun lalu. Kini, selain sukses sebagai penyelenggara, Maros juga berhasil menorehkan sejarah sebagai juara umum—sebuah capaian yang memperkuat posisi daerah ini dalam pembinaan tilawah dan pengembangan syiar Islam di Sulawesi Selatan.
Peran strategis Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Maros, yang juga memimpin kepanitiaan, turut menjadi faktor kunci dalam kesuksesan tersebut. Kepemimpinan yang terstruktur dan terarah dinilai mampu mengintegrasikan seluruh potensi daerah dalam mendukung jalannya MTQ secara optimal.
Amir Perwira juga menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXXIV yang disebutnya sebagai “panggung religi” yang membawa kebahagiaan kolektif bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
“Ini adalah kebanggaan bersama. Kita patut bersyukur karena kegiatan ini tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual yang kuat di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap capaian ini dapat menjadi momentum reflektif bagi masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, baik melalui tilawah, pemahaman, maupun pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan keberhasilan ini, Kabupaten Maros tidak hanya mencatat prestasi administratif sebagai tuan rumah, tetapi juga meninggalkan warisan prestasi dan inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan syiar Islam yang inklusif dan berkelanjutan.










