Makassar, iNews07.Com — Tahapan awal keberangkatan jemaah haji tahun 2026 di Embarkasi Makassar resmi dimulai pada Selasa (21/04/2026). Sebanyak 393 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama mulai memasuki Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Ratusan jemaah yang berasal dari Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar tiba secara bertahap menggunakan bus serta kendaraan pribadi. Suasana haru tampak menyelimuti proses kedatangan, terutama dari keluarga yang turut mengantar hingga ke lokasi asrama.
Setibanya di Asrama Haji Sudiang, para jemaah diarahkan menuju Aula Arafah untuk menjalani proses penerimaan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Seluruh tahapan pelayanan dilakukan secara terpusat melalui sistem terpadu guna memastikan kelancaran proses administrasi dan kesiapan jemaah.
Selama berada di asrama, jemaah menjalani sejumlah tahapan penting, di antaranya pembekalan manasik terakhir, pemeriksaan kesehatan akhir, serta pembagian dokumen perjalanan seperti paspor, gelang identitas, kartu Nusuk, dan uang saku (living cost).
Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat kebijakan baru berupa pembagian kartu Nusuk yang dilakukan langsung di Asrama Haji Sudiang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari peningkatan layanan agar jemaah lebih siap sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Selain itu, penerapan sistem Makkah Route di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar turut mempercepat proses setibanya jemaah di Arab Saudi. Melalui sistem ini, pemeriksaan imigrasi dilakukan sejak di Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu lagi menjalani antrean panjang saat tiba.
Meski demikian, proses persiapan di bandara memerlukan waktu lebih lama, yakni sekitar enam jam, sebagai bagian dari sistem layanan yang lebih terintegrasi.
Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada Rabu dini hari menuju Tanah Suci. Dari total 393 jemaah, enam orang di antaranya merupakan petugas haji yang akan mendampingi selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
Panitia juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas guna memastikan kenyamanan serta keamanan selama proses keberangkatan.
Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar tahun ini akan memberangkatkan sebanyak 16.750 jemaah yang terbagi dalam 43 kloter dari delapan provinsi di kawasan timur Indonesia.
Pihak penyelenggara memastikan seluruh persiapan telah dilakukan secara optimal, mencakup administrasi, fasilitas, hingga layanan kesehatan.
Salah satu jemaah asal Soppeng, Arfan, mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar hingga kembali ke tanah air.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik serta kebersamaan selama menjalankan ibadah.
“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, mematuhi aturan, dan saling membantu agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.










